Minggu, 04 September 2016

MENYUSURI JEJAK HAJI DI ZAMAN KHILAFAH UTSMANI [Bagian I] Oleh: KH Hafidz Abdurrahman


Para Khalifah sepeninggal Rasulullah saw. telah menempuh cara yang sama, sebagaimana yang dilakukan oleh baginda saw, yaitu mengangkat Amirul Haj, dan menjadikan haji layaknya Muktamar Islam Akbar. Kami akan paparkan bagaimana jejak Kebijakan Haji di Zaman Khilafah ‘Ustmani, dimana saat itu belum ada sarana transportasi dengan menggunakan mesin yang aman dan nyaman, baik darat, laut maupun udara.

Wilayah Syam, dengan letak geografisnya, telah menjadi pusat pertemuan para jamaah haji yang datang dari Arab, Persia, Kurdi, Turkmen, India, Georgia, Albania, Afganistan, dan sebagian jamaah yang berasal dari Asia Tenggara yang datang melalui jalur darat. Sedangkan wilayah timur Islam yang lain, dengan pertimbangan bahwa jalur darat, antara Damaskus dan Hijaz adalah jalur yang paling pendek untuk kafilah haji yang berangkat untuk menunaikan ibadah haji, begitu juga kafilah dagang sejak dulu, dan zaman sebelum Islam.

Jumat, 02 September 2016

INSPIRASI HAJI-1 oleh : KH. Hafidz Abdurrahman

KH. Hafidz Abdurrahman
Haji adalah panggilan Allah. Begitulah yang Allah Subhanahu Wata'ala nyatakan sendiri dalam al-Qur'an, surat al-Hajj: 27. 

"Kumandangkanlah seruan haji kepada umat manusia, maka mereka pun akan datang kepadamu, baik dengan berjalan kaki, atau dengan mengendarai tunggangan yang kurus, datang dari tiap pelosok yang nuh jauh." 

Dalam kitab-kitab Tafsir dituturkan, Nabi Ibrahim 'alaihissalam pun kemudian naik di atas Jabal Abi Qubais, dari atas gunung tinggi yang lerengnya menyambung ke bukit Shafa itu, beliau laksanakan perintah Allah. Beliau berkata, "Wahai manusia, rumah Allah telah dibangun, dan diwajibkan kepada kalian untuk menunaikan haji, maka berhajilah kalian." Maka, mereka pun menjawab seruan Nabi Ibrahim itu dengan berdatangan ke Makkah, sambil mengumandangkan talbiah, "Laibaika-Llahumma Labaik, Labbaika la syarika laka Labbaik, inna al-hamda wa an-ni'mata laka wa al-mulk, la syarika laka." 

Selasa, 30 Agustus 2016

WAKAPOLRES YANG MENOLAK RIBA BIKIN POLWANNYA MENANGIS…


Ada teman di Facebook yang sering mengirim email kepada saya konsultasi soal wirausaha, mas Hidayat saya memanggilnya. Belum lama dia ngaku kalau dia adalah Polisi dengan jabatan Wakapolres Tojo Una Una di Ampana, kabupaten di Sulawesi Tengah dekat pulau Togean yang ngehits divingnya itu.

"Saya ini polisi mas, tapi jiwa wirausaha saya butuh pelampiasan, makanya saya bikin Kedai Kopi Sarang Walet disini. Kadang pembelinya anak buah saya sendiri hehe.. Kapan lagi minum dibuatin Wakapolres katanya, saya gak malu menjalaninya. Yang penting itu rejeki halal buat saya dan keluarga.."

Selasa, 23 Agustus 2016

MUSA, SANG HAFIDZ CILIK INTERNASIONAL YANG TAK RAMAI DI BERITAKAN...


 *Balada RIO dan MUSA*

 
Kedua nama ini sedang menjadi trending topik di media sosial tanah air maupun dunia... Mereka adalah Musa sang hafidz dan Rio Hariyanto...

Kedua anak bangsa ini sedang berjuang menjadi yang terbaik di dunia dalam pertarungan di medan mereka masing masing....

Musa sang hafidz sedang bertarung menjadi penghapal Al-Qur'an terbaik di dunia...

Rio sang pembalap juga bertarung menjadi manusia tercepat di dunia...

Mereka adalah aset bangsa yg langka...
Dipundak mereka harga diri bangsa sedang dicoba diangkat tinggi-tinggi...

Namun perlakuan kepada keduannya sangat berbeda...

RIO sang pembalap, begitu gegap gempita, asa kemenangan begitu tinggi walau sebenarnya tdk pernah memulai pitcnya di 10 besar pada saat start. Dengan dukungan dana yang melimpah 15 juta euro (hitung sendiri kalau dirupiahkan), yang diberikan para sponsor*(Pertamina, Garuda Indonesia, dll)* wajarlah jika harapan memenangkan pertarungan di aspal ini dapatlah menjadi kenyataan....

Senin, 22 Agustus 2016

BIOGRAFI SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW AMRU BIN ASH

Namanya adalah Amr bin Ash bin Wail bin Hisyam bin Said bin Sahm al-Qurasyi as-Sahmi. Di antara jasa besarnya adalah ketika Umar bin Khattab mengamanatinya untuk menaklukkan Mesir, dan dia berhasil menunaikan amanat tersebut. Amr merupakan salah seorang pahlawan bangsa Arab yang sangat terkenal, sekaligus seorang politisi yang cemerlang. Terkenal dengan kecerdasan dan kepintarannya mengatur siasat.

Sebelum Memeluk Islam

Kuniah Amr bin al-Ash adalah Abu Abdullah atau Abu Muhammad. Ia adalah seorang pedagang yang biasa bersafar ke Syam, Yaman, Mesir, dan Habasyah. Amr bin al-Ash memiliki bakat alamiah yang komplit, seorang penunggang kuda yang mahir, termasuk di antara kesatrinya kaum Quraisy, negosiator ulung, dan ia juga seorang penyair yang puitis dan fasih bahasanya. Tidak heran, mengapa orang-orang Quraisy mengirimnya untuk melobi an-Najasyi agar mengembalikan orang-orang Mekah yang hijrah ke Habasyah.

Kamis, 18 Agustus 2016

TERIMA PESANAN PIN DAN ID CARD MURAH DAN BERKULITAS

LIWA PERCETAKAN

MENERIMA PESANAN PIN DAN ID CARD

SIAP MENERIMA PESANAN DARI SELURUH WILAYAH INDONESIA

HUBUNGI KAMI




BIOGRAFI SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW SAAD BIN MUADZ (SANG PENOLONG AGAMA ALLAH) ARSY PUN BERGETAR KARENA KEWAFATANNYA



BIOGRAFI SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW
SAAD BIN MUADZ (SANG PENOLONG AGAMA ALLAH)
ARSY PUN BERGETAR KARENA KEWAFATANNYA





Sahabat-sahabat Rasulullah adalah manusia-manusia terbaik setelah para nabi. Mereka memberikan teladan dalam mengimani, mengamalkan, dan mendakwahkan Islam. Abdullah bin Mas’ud pernah menuturkan perihal sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan ucapan beliau yang terkenal :

Sesungguhnya Allah memperhatikan hati para hamba-Nya. Allah mendapati hati Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hati yang paling baik, sehingga Allah memilihnya untuk diri-Nya dan mengutusnya sebagai pembawa risalah-Nya. Kemudian Allah melihat hati para hamba-Nya setelah hati Muhammad. Allah mendapati hati para sahabat beliau adalah hati yang paling baik. Oleh karena itu, Allah menjadikan mereka sebagai para pendukung Nabi-Nya yang berperang demi membela agama-Nya. Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin (para sahabat), pasti baik di sisi Allah. Apa yang dipandang buruk oleh mereka, pasti buruk di sisi Allah.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad).