Para Khalifah sepeninggal Rasulullah saw. telah menempuh cara yang sama,
sebagaimana yang dilakukan oleh baginda saw, yaitu mengangkat Amirul Haj, dan
menjadikan haji layaknya Muktamar Islam Akbar. Kami akan paparkan bagaimana
jejak Kebijakan Haji di Zaman Khilafah ‘Ustmani, dimana saat itu belum ada
sarana transportasi dengan menggunakan mesin yang aman dan nyaman, baik darat,
laut maupun udara.
Wilayah Syam, dengan letak geografisnya, telah menjadi pusat pertemuan
para jamaah haji yang datang dari Arab, Persia, Kurdi, Turkmen, India, Georgia,
Albania, Afganistan, dan sebagian jamaah yang berasal dari Asia Tenggara yang
datang melalui jalur darat. Sedangkan wilayah timur Islam yang lain, dengan
pertimbangan bahwa jalur darat, antara Damaskus dan Hijaz adalah jalur yang
paling pendek untuk kafilah haji yang berangkat untuk menunaikan ibadah haji,
begitu juga kafilah dagang sejak dulu, dan zaman sebelum Islam.






