Selasa, 23 Februari 2021

MENGENAL MESIN CETAK OFFSET


Mesin Cetak Offset adalah mesin cetak yang menggunakan master atau disebut dengan Plate dengan proses pemindahan huruf ke Blanket.  Karena harganya yang cukup mahal, alat ini biasanya diperuntukan untuk usaha percetakan saja. Untuk mencetak dalam jumlah besar disarankan untuk menggunakan mesin ini, karena ongkosnya lebih murah dibandingkan jika menggunakan mesin digital printing.

 

Untuk komponennya sendiri, Mesin Cetak Offset terdiri dari 5 unit utama, yaitu :

  • Silinder Plat
  • Silinder Blanket
  • Silinder Impression
  • Silinder Tinta dan
  • Silinder Air

 

Fungsi dari masing – masing unit tersebut adalah sebagai berikut :

  • Silinder Plat adalah sebuah Roll berbentuk Silinder yang berfungsi sebagai rumah Plat Cetak.
  • Silinder Blanket adalah sebuah Roll Silinder yang berfungsi sebagai Perantara / Peralihan Tinta dari Plat Cetak menuju Media yang akan diberi Tinta Cetak.
  • Silinder Impression adalah sebuah Roll Silinder yang berfungsi sebagai Tempat Peletakan Bahan Media yang akan diberi Tinta Cetak.
  • Silinder Tinta ini m erupakan tempat untuk memasukan Tinta Cetak.
  • Dan yang terakhir ada Silinder Air, adalah tempat memberikan air untuk mengisi Area Non Image (Area kosong / Tidak Terkena Tinta Cetak)

 



Macam-Macam Jenis Mesin Offset Berdasarkan Bentuk Dan Kemampuannya :

 ·         Offset Kecil

Mesin Offset ini bentuknya lebih kecil dari meisn offset lainnya. Kemampuan mencetak maksimal ukuran kertasnya hanya berukuran kertas A3 (297 x 420 mm). Karena bentuknya yang kecil, dan sediit lebih besar dari mesin stensil, maka mesin ini sering juga disebut dengan mini offset atau dekstop mini offset.

 

·         Offset Sedang

Mesin Offset yang satu ini bentunya lebih besar dan mampu mencetak kertas pada ukuran Double Folio.

 

·         Offset Besar

Kemampuan Mesin Offset ini mampu mencetak pada kertas berukuran A1 (841 x 594 mm) dan A0 (1189 x 841). Mesin ini biasanya digunakan pada percetakan skala besar dan juga percetakan Surat Kabar atau Koran.

 

Ciri-Ciri Mesin Offset

  • Digerakan menggunakan listrik dengan komponen mekanis
  • Mencetak dengan master yang disebut paper plate
  • Proses pencetakannya dibantu dengan zat kimia yang disebut fixer serta air dengan cara pemindahan huruf pada blanket
  • Dapat mencetak pada kertas doorslag sampai dengan kertas karon berukuran A6 (105 x 108 mm) sampai ukuran A0
  • Dapat mencetak gambar atau foto dan berwarna

 

Bagian-Bagian Mesin Offset

  • Power Switch
  • Tuas Start
  • Central control
  • Hand wheel
  • Master Rail
  • Master rail lever
  • Master insertion guide
  • Master injection switch
  • Feed unit
  • Auxiliary feed lever
  • Paper tray lowering lever
  • Feed tray
  • Paper weight
  • Side margin adjuster
  • Height adjuster
  • Counter
  • Reset lever
  • Counter lock lever
  • Cover up
  • Ink fount roller lever
  • Ink quantity control
  • Fountain quantity control
  • Ink doctor blade adjusting screw
  • Inking lever
  • Speed Control

 

Demikianlah sekilas pengetahuan tentang mesin cetak offset. Selanjutnya anda bisa melengkapi bisnis percetakan anda dengan mempunyai mesin – mesin tersebut supaya bisa menunjang bisnis anda lebih maju dan berkembang.


Senin, 01 Mei 2017

Senin, 26 September 2016

Jasa Editing Video Pernikahan, Ulang Tahun, dan Acara Keluarga Lainnya Telp/SMS/WA 085693257716

Kami menerima Jasa Editing Video :

1. Pernikahan
2. Ulang Tahun
3. Gathering Keluarga/Perusahaan
4. Acara Keluarga
5. Dll

Hubungi Kami :

Yusuf Wahyudin

Telp/SMS/WA :

085693257716

Hijrah Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah

Setelah baiat aqabah ke-2 ditunaikan, umat Islam di Madinah pun siap menyambut kedatangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di kota mereka. Jumlah umat Islam di Madinah yang sudah cukup banyak membumbungkan optimisme untuk menjadi Anshar, penolong dan pelindung Rasulullah dan para sahabat Muhajirin. Dan Maha Sempurna Allah dengan segala ketetapan takdir-Nya. Dialah yang menyiapkan kondisi Kota Madinah setelah sebelumnya membekali ketangguhan iman dan mental umat Islam dengan kondisi Mekah yang sulit dan mengancam nyawa. Dialah pula yang menentukan waktu yang tepat bagi Rasul-Nya dan umat Islam untuk memulai fase madani. Allah izinkan Nabi dan para sahabatnya untuk hijrah ke Yatsrib, Madinah al-Munawwarah.

Semua para sahabat yang mampu untuk hijrah, maka wajib bagi mereka berhijrah. Yang lemah dan yang kuat, yang miskin dan yang kaya, laki-laki maupun wanita, dari kalangan merdeka atau hamba sahaya, semua menyambut perintah Allah Ta’ala.

Selasa, 06 September 2016

MENYUSURI JEJAK HAJI DI ZAMAN KHILAFAH UTSMANI [Bagian II] Oleh: KH Hafidz Abdurrahman




Pada Hari Keempat dari upacara ini, yang disebut Hari Mahmil [tandu], dimana konvoi Haji yang Mulia keluar bersama dengan tandu dan sanjaq ke tengah kota Damaskus sebagai persiapan untuk berangkat. Tandu tersebut dipasang di atas punggung unta yang posturnya paling bagus, kuat dan tinggi, yang tidak digunakan untuk tugas lain, kecuali haji. Selain tandu, unta tersebut membawa Kiswah Sultan ke Ka’bah Musyarrafah. Kiswah Sultan yang pernah digunakan di zaman Khilafah ‘Ustamani itu sampai sekarang masih tersimpan di Masjid Jamik Bursa, Turki. 

Minggu, 04 September 2016

MENYUSURI JEJAK HAJI DI ZAMAN KHILAFAH UTSMANI [Bagian I] Oleh: KH Hafidz Abdurrahman


Para Khalifah sepeninggal Rasulullah saw. telah menempuh cara yang sama, sebagaimana yang dilakukan oleh baginda saw, yaitu mengangkat Amirul Haj, dan menjadikan haji layaknya Muktamar Islam Akbar. Kami akan paparkan bagaimana jejak Kebijakan Haji di Zaman Khilafah ‘Ustmani, dimana saat itu belum ada sarana transportasi dengan menggunakan mesin yang aman dan nyaman, baik darat, laut maupun udara.

Wilayah Syam, dengan letak geografisnya, telah menjadi pusat pertemuan para jamaah haji yang datang dari Arab, Persia, Kurdi, Turkmen, India, Georgia, Albania, Afganistan, dan sebagian jamaah yang berasal dari Asia Tenggara yang datang melalui jalur darat. Sedangkan wilayah timur Islam yang lain, dengan pertimbangan bahwa jalur darat, antara Damaskus dan Hijaz adalah jalur yang paling pendek untuk kafilah haji yang berangkat untuk menunaikan ibadah haji, begitu juga kafilah dagang sejak dulu, dan zaman sebelum Islam.

Jumat, 02 September 2016

INSPIRASI HAJI-1 oleh : KH. Hafidz Abdurrahman

KH. Hafidz Abdurrahman
Haji adalah panggilan Allah. Begitulah yang Allah Subhanahu Wata'ala nyatakan sendiri dalam al-Qur'an, surat al-Hajj: 27. 

"Kumandangkanlah seruan haji kepada umat manusia, maka mereka pun akan datang kepadamu, baik dengan berjalan kaki, atau dengan mengendarai tunggangan yang kurus, datang dari tiap pelosok yang nuh jauh." 

Dalam kitab-kitab Tafsir dituturkan, Nabi Ibrahim 'alaihissalam pun kemudian naik di atas Jabal Abi Qubais, dari atas gunung tinggi yang lerengnya menyambung ke bukit Shafa itu, beliau laksanakan perintah Allah. Beliau berkata, "Wahai manusia, rumah Allah telah dibangun, dan diwajibkan kepada kalian untuk menunaikan haji, maka berhajilah kalian." Maka, mereka pun menjawab seruan Nabi Ibrahim itu dengan berdatangan ke Makkah, sambil mengumandangkan talbiah, "Laibaika-Llahumma Labaik, Labbaika la syarika laka Labbaik, inna al-hamda wa an-ni'mata laka wa al-mulk, la syarika laka."